Antara Kritik dan Politik: Calon Bupati Kaur Sebut ‘Orang Jembatan Dua’

Senin, 23 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Topikar – Dalam suasana pemilihan bupati Kaur yang semakin memanas, salah satu pasangan calon bupati kaur nomor urut 01 mengungkapkan pernyataan menarik dalam sebuah video. Dalam tayangan tersebut, calon bupati itu menyatakan bahwa dirinya tidak akan terpengaruh oleh kritik yang ditujukan kepadanya, bahkan menyebut orang yang menjelek-jelekannya sebagai “orang Jembatan Dua.” Ia beranggapan bahwa kritik tersebut berasal dari rasa iri atas pencalonannya.

“Menyongsong pilkada menjelek jelekan saya biarkan saja itu orang jembatan dua itu orangnya, orang yang menjelekan kita orang nya lebih jelek daripada kita, sebentar lagi orang seperti itu akan hilang insyallah” ujarnya dalam sebuah vidio di sosial media.

Pernyataan ini menarik perhatian, terutama dari Kepala Desa Jembatan Dua Asep Rianto yang merasa perlu memberikan tanggapan. Dalam responnya, ia dengan santun menegaskan ketidakpuasannya terhadap pernyataan yang menyangkut desanya. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia politik, dinamika kritik adalah hal yang biasa dan setiap figur publik harus siap menghadapi pro dan kontra. Menurutnya, kritik yang diterima oleh calon bupati tidak hanya berasal dari desanya, melainkan bisa berasal dari berbagai kalangan.

Baca Juga :  Baca Dulu! Nomor Urut Pasangan Calon Bupati Kaur Sudah Diketahui!

Kepala Desa tersebut mendorong agar semua pihak dapat berpolitik dengan santun. Ia menekankan pentingnya menerima kritik sebagai bagian dari proses demokrasi dan pengembangan diri. Dalam konteks ini, ia mengingatkan bahwa siapapun yang terpilih nantinya akan memegang amanah untuk memajukan Kabupaten Kaur, sehingga penting untuk menjaga etika dan sikap saling menghormati.

Baca Juga :  Pemimpin dengan Citra Buruk Kok Bisa Menang? Ternyata Ini Faktornya!

Melalui pernyataan dan respon ini, terlihat adanya kebutuhan untuk memperkuat kultur politik yang sehat di Kaur. Menghadapi perbedaan pendapat dengan sikap terbuka dan penuh penghormatan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan politik yang kondusif. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Kaur dapat memilih pemimpin yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga mampu merangkul semua elemen masyarakat demi kemajuan bersama.

Soher warga desa jembatan dua juga menyampaikan saya yakin calon bupati tersebut menyampaikan kekesalannya terhadap salah satu orang dan bukan semua orang jembatan dua, beliau adalah sosok orang yang hebat dalam berpolitik, akan tetapi mungkin ada baiknya jangan sampai menyangkut langsung ke nama desa tertentu, itu lebih bijak.

Penulis : Zn

Sumber Berita: Vidio sosial media

Berita Terkait

Oknum Anggota Dewan Yang Terhormat, Berbuat Zina Mencoreng Kehormatan
Kajari Kaur Di Mutasi Ke Kejari Hulu Sungai Tengah
Perpisahan KKN UNIB, Pemdes Jembatan Dua Ucapkan Terimakasih
Marsal Abadi Terpilih Kembali Ketua PWI Provinsi Bengkulu
Pelaku Pengedar Uang Palsu Ditangkap Polsek Teluk Segara
Putra Bengkulu Panglima Kopassus, Djon Afriandi Dianugerahi Gelar Adat Panglima Raja
Jembatan Gantung Rusak, Warga Sokongan Dana, Pemda Hibah Dana Ke Instansi Vertikal
Terlahir Dari Keluarga Biasa, 2 Saudara Kandung Raih Gelar Doktor
Berita ini 942 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:33

Oknum Anggota Dewan Yang Terhormat, Berbuat Zina Mencoreng Kehormatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:32

Kajari Kaur Di Mutasi Ke Kejari Hulu Sungai Tengah

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:04

Perpisahan KKN UNIB, Pemdes Jembatan Dua Ucapkan Terimakasih

Senin, 6 Juli 2026 - 21:17

Pelaku Pengedar Uang Palsu Ditangkap Polsek Teluk Segara

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:11

Putra Bengkulu Panglima Kopassus, Djon Afriandi Dianugerahi Gelar Adat Panglima Raja

Berita Terbaru

Bengkulu

Kajari Kaur Di Mutasi Ke Kejari Hulu Sungai Tengah

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:32