topikpintar.com – Marpen Sory dan Armintedi adalah Saudara Kandung yang Lahir di Desa Jembatan Dua, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, mereka berdua telah berhasil mendapatkan gelar Kesarjanaan Tertinggi yakni S3 (Doktor) yang diberikan Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Marpen Sory dan Armintedi adalah anak dari A.Syukur (Alm) dan ibu Halimah.
Marpensory anak ke 4 dan Armintedi anak ke 6.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak-anak dari A.Syukur (Alm) dan ibu Halimah.
1. Elyamarsis
2. Erdi Josan
3. Hendri Elwin
4. Dr. Marpen Sory, SHI, MH
5. Elvika Afria
6. Dr. Armintedi, S.Th.I, M.Ag
7. Resi Junila, S.Pd.
Karena Terlahir dari Keluarga Biasa bukan dari anak orang kaya, Perjalanan Akademik Dr. Marpen Sory dan Dr. Armintedi merupakan kisah Perjuangan yang penuh Ketekunan dan inspirasi.
Dr. Marpen Sory, SHI, MH Saat menempuh Pendidikan Strata Satu (S1), ia menjalani kehidupan sederhana dengan mengabdikan diri sebagai Marbot Masjid, Sembari berjuang memenuhi Kebutuhan Kuliah dengan usaha sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Berkat kerja keras, Doa dan kegigihannya, ia berhasil menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1), setelah selesai menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1), ia bertekad dan kerja keras mengikuti TES CPNS, kemudian ia Lulus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kaur. Semangat Belajar yang tidak pernah padam terus mengantarkannya melanjutkan Pendidikan Strata Dua (S2) ketika telah berstatus PNS dan ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Pengalaman panjang yang ditempa oleh Pengabdian, Kemandirian dan Keteguhan dalam menuntut ilmu tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkannya meraih berbagai Prestasi Akademik dan Karier hingga mencapai jenjang Pendidikan Tertinggi S3 (Doktor).
Adik Kandung Dr. Marpensory yakni Dr. Armintedi, S.Th.I, M.Ag
Perjalanan Kisahnya sama, Saat menempuh Pendidikan Strata Satu (S1), ia menjalani kehidupan sederhana dengan mengabdikan diri sebagai Marbot Masjid di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, Sembari berjuang memenuhi Kebutuhan Kuliah dengan usaha sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Berkat kerja keras, Doa dan kegigihannya, ia berhasil menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1.
Dengan Tekad dan Kerja Kerasnya hingga akhirnya bisa menjadi menjadi Dosen Ushuludin dan ia memegang jabatan Selaku Sekretaris Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) UIN Fatmawati Bengkulu.
Media topikpintar.com merilis berita ini agar generasi-generasi muda di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Kaur bisa menjadikan Cerminan Hidup dan Menjadikan Motivasi Hidup dari Kisah mereka berdua, walaupun bukan terlahir dari Keluarga Kaya tapi bisa Sukses dan berhasil mendapatkan gelar Kesarjanaan Tertinggi yakni S3 (Doktor). (*)






