Harga Pupuk Subsidi di Kaur Diduga Melebihi HET, Pemerintah Tegaskan Tidak Boleh Dijual di Atas Ketentuan

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu — Harga pupuk subsidi kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Kaur. Warga di salah satu desa di Kecamatan Luas menyoroti harga pupuk urea bersubsidi yang kini dijual jauh di atas harga resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pertanian, harga pupuk urea bersubsidi turun sekitar 20 persen, dari semula Rp112.500 menjadi Rp90.000 per zak berisi 50 kilogram. Namun di lapangan, warga mendapati harga pupuk justru dijual hingga Rp130.000 per zak.

Salah seorang warga berinisial RK mengaku sempat menanyakan alasan kenaikan harga tersebut kepada penjual pupuk di wilayah Luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Katanya harga segitu karena ada ongkos bongkar,” ujar RK, dikutip dari media indoku.id Sabtu (2/11/2025).

Harga yang dijual jauh di atas HET ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, sebab kebijakan pemerintah sudah sangat jelas: pupuk bersubsidi tidak boleh dijual di atas HET yang ditentukan.

Baca Juga :  Kapolres Kaur Polda Bengkulu Membawa Motto BUMI

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ditetapkan di tingkat pengecer resmi atau titik serah. Untuk jenis Urea, HET-nya adalah Rp2.250 per kilogram, atau sekitar Rp112.500 per zak 50 kg.

Namun setelah penyesuaian kebijakan subsidi pada 2025, pemerintah menurunkan harga pupuk menjadi Rp90.000 per zak, dengan tujuan meringankan beban petani kecil.

Pihak PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan bahwa setiap biaya tambahan, seperti ongkos kirim atau pembongkaran, tidak boleh dimasukkan ke dalam harga jual pupuk. Jika memang ada tambahan biaya, maka wajib dibuat nota terpisah, agar harga pupuk di tingkat petani tetap sesuai dengan HET yang berlaku.

Pemerintah mengingatkan bahwa kios resmi atau distributor pupuk bersubsidi dilarang menjual di atas HET. Jika terbukti melakukan pelanggaran, mereka dapat dikenai sanksi tegas, mulai dari peringatan hingga pemutusan kerja sama.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Kaur Hadiri Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Kaur 2025-2030

Masyarakat diimbau segera melaporkan dugaan pelanggaran harga pupuk subsidi melalui Dinas Pertanian terdekat

Warga Kecamatan Luas berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga pupuk subsidi benar-benar sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Harapan kami, harga pupuk sesuai aturan, jangan sampai petani kecil yang jadi korban,” ungkap salah satu petani.

Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi seharusnya menjadi angin segar bagi petani. Namun, jika di lapangan harga masih melebihi HET, maka manfaat subsidi tidak akan dirasakan maksimal. Pengawasan distribusi dan ketegasan terhadap pengecer menjadi kunci agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani dengan harga yang semestinya.

Penulis : Zoni ap

Editor : Zn

Sumber Berita: Indoku.id

Berita Terkait

Pelaku Curanmor Ditangkap Satreskrim Polres Kaur
Desa Jembatan Dua Takbir Keliling, Meriahkan Malam Pertama Idul Fitri 2026
Ada Apa Kejari Kaur Lamban Menindaklanjuti Tuntutan Aliansi Jurnalis Bersatu ?
Direktur RSUD Kaur, Optimalisasi Kinerja Manajemen BLUD RSUD Kaur
Dinkes Kaur, Perkuat Fasilitas Rumah Sakit Pratama Nasal
Bulan Suci Ramadhan, Manajemen RSUD Kaur Kerja Tetap Optimal
Di Bengkulu Selatan Sudah Terjadi Pegawai Baznas Di Penjara. Bagaimanakah Baznas Di Kaur ?
Implementasikan Kebijakan Strategis Nasional, BAPPERIDA Kaur Laksanakan Pra Musrenbang Tematik Tahun 2026
Berita ini 255 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:04 WIB

Pelaku Curanmor Ditangkap Satreskrim Polres Kaur

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:55 WIB

Desa Jembatan Dua Takbir Keliling, Meriahkan Malam Pertama Idul Fitri 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 01:15 WIB

Ada Apa Kejari Kaur Lamban Menindaklanjuti Tuntutan Aliansi Jurnalis Bersatu ?

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:39 WIB

Dinkes Kaur, Perkuat Fasilitas Rumah Sakit Pratama Nasal

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:48 WIB

Bulan Suci Ramadhan, Manajemen RSUD Kaur Kerja Tetap Optimal

Berita Terbaru

Nasional

Dewan Pers Uji Publik Rancangan Peraturan Dana Jurnalisme

Selasa, 31 Mar 2026 - 23:19 WIB

Bengkulu

Pelaku Curanmor Ditangkap Satreskrim Polres Kaur

Minggu, 29 Mar 2026 - 22:04 WIB