Sudah Dikeluhkan, Tapi Knalpot Brong Masih Tetap Eksis di Desa-Desa Kaur

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu – Meski sudah ramai diperbincangkan dan dikeluhkan masyarakat, knalpot brong rupanya masih tetap eksis di sejumlah desa di Kabupaten Kaur. Suara bising kendaraan bermotor itu masih saja terdengar, terutama di malam hari, seolah tidak ada efek jera sama sekali.

Padahal, pemberitaan soal keresahan warga sudah mencuat dan menjadi perhatian publik. Namun hingga kini, belum terlihat tindakan nyata dari aparat terkait untuk menertibkan penggunaan knalpot bersuara keras itu.

Di beberapa desa seperti di Kecamatan Kaur Selatan, pengendara motor dengan knalpot brong masih bebas melintas tanpa rasa takut. Bahkan ada yang sengaja memacu kendaraannya lebih kencang, seolah menantang keluhan warga.

“Saya kira setelah ramai diberitakan, bakal ada razia. Tapi ternyata sama saja, malah makin banyak yang pakai,” ujar winda, warga Desa Jembatan II, Minggu (19/10/2025).

Banyak warga menilai kondisi ini sudah masuk tahap pembiaran. Mereka heran mengapa sampai sekarang belum ada operasi penertiban khusus di tingkat desa. Beberapa warga bahkan menduga, sebagian oknum aparat memilih diam karena alasan “kasihan anak muda” atau “hanya sekadar hobi motor.”

Namun, bagi masyarakat yang merasakan langsung dampaknya, alasan itu tak lagi masuk akal. “Kasihan gimana? Kami juga capek tiap malam dengar suara kayak petasan lewat depan rumah. Kalau sudah ganggu orang banyak, itu bukan hobi, tapi pelanggaran,” tambah Winda kesal.

Baca Juga :  Hak Jawab Keluarga Rustam Terkait Pemberitaan Kondisi Ekonomi dan Pendidikan Anaknya

Fenomena ini menandakan bahwa masalah knalpot brong bukan sekadar soal kendaraan, melainkan soal disiplin dan penegakan hukum. Jika tidak segera ditindak, kebiasaan ini akan semakin sulit dihapus.

Masyarakat pun kembali menyerukan agar pihak kepolisian bersama pemerintah daerah segera turun ke desa-desa untuk melakukan razia dan sosialisasi langsung.

“Kalau aparat tidak segera bertindak, jangan salahkan kalau warga nanti mengambil langkah sendiri,” ujar tokoh masyarakat Desa Jembatan Dua dengan nada tegas.

Kini, masyarakat hanya bisa berharap agar keresahan mereka tidak terus diabaikan. Karena setiap malam yang bising oleh knalpot brong, adalah tanda bahwa ketertiban masih kalah oleh pembiaran.

Penulis : Zoni ap

Editor : Zn

Berita Terkait

Jembatan Gantung Rusak, Warga Sokongan Dana, Pemda Hibah Dana Ke Instansi Vertikal
Terlahir Dari Keluarga Biasa, 2 Saudara Kandung Raih Gelar Doktor
Membanggakan, Marpen Sory Sandang Gelar Doktor Pertama Kepala KUA Bengkulu
Syukuran Menempati Kantor Desa Jembatan Dua
Shanum, Bayi yang Baru Sekali Merasakan Dekapan Ibunya
Baznas Kaur Beri Dukungan untuk Kesembuhan Adik Shanum
Aktivis Maje Meminta Polres Kaur Mengusut Alkes RSUD Kaur Dan Tindak Tegas Semua Pelaku
Ketua DPD APPI Meminta Polres Kaur Mengusut Alkes RSUD Kaur Dan Tindak Tegas Semua Pelaku
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:15 WIB

Jembatan Gantung Rusak, Warga Sokongan Dana, Pemda Hibah Dana Ke Instansi Vertikal

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:55 WIB

Terlahir Dari Keluarga Biasa, 2 Saudara Kandung Raih Gelar Doktor

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:35 WIB

Membanggakan, Marpen Sory Sandang Gelar Doktor Pertama Kepala KUA Bengkulu

Senin, 8 Juni 2026 - 20:24 WIB

Syukuran Menempati Kantor Desa Jembatan Dua

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB

Baznas Kaur Beri Dukungan untuk Kesembuhan Adik Shanum

Berita Terbaru

Kabupaten Kaur

Syukuran Menempati Kantor Desa Jembatan Dua

Senin, 8 Jun 2026 - 20:24 WIB

Kabupaten Bengkulu Selatan

Camat Seginim Pecahkan Meja Sekolah, Terancam Di Pecat Dari ASN

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:54 WIB