Sudah Dikeluhkan, Tapi Knalpot Brong Masih Tetap Eksis di Desa-Desa Kaur

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kaur, Bengkulu – Meski sudah ramai diperbincangkan dan dikeluhkan masyarakat, knalpot brong rupanya masih tetap eksis di sejumlah desa di Kabupaten Kaur. Suara bising kendaraan bermotor itu masih saja terdengar, terutama di malam hari, seolah tidak ada efek jera sama sekali.

Padahal, pemberitaan soal keresahan warga sudah mencuat dan menjadi perhatian publik. Namun hingga kini, belum terlihat tindakan nyata dari aparat terkait untuk menertibkan penggunaan knalpot bersuara keras itu.

Di beberapa desa seperti di Kecamatan Kaur Selatan, pengendara motor dengan knalpot brong masih bebas melintas tanpa rasa takut. Bahkan ada yang sengaja memacu kendaraannya lebih kencang, seolah menantang keluhan warga.

“Saya kira setelah ramai diberitakan, bakal ada razia. Tapi ternyata sama saja, malah makin banyak yang pakai,” ujar winda, warga Desa Jembatan II, Minggu (19/10/2025).

Banyak warga menilai kondisi ini sudah masuk tahap pembiaran. Mereka heran mengapa sampai sekarang belum ada operasi penertiban khusus di tingkat desa. Beberapa warga bahkan menduga, sebagian oknum aparat memilih diam karena alasan “kasihan anak muda” atau “hanya sekadar hobi motor.”

Namun, bagi masyarakat yang merasakan langsung dampaknya, alasan itu tak lagi masuk akal. “Kasihan gimana? Kami juga capek tiap malam dengar suara kayak petasan lewat depan rumah. Kalau sudah ganggu orang banyak, itu bukan hobi, tapi pelanggaran,” tambah Winda kesal.

Fenomena ini menandakan bahwa masalah knalpot brong bukan sekadar soal kendaraan, melainkan soal disiplin dan penegakan hukum. Jika tidak segera ditindak, kebiasaan ini akan semakin sulit dihapus.

Masyarakat pun kembali menyerukan agar pihak kepolisian bersama pemerintah daerah segera turun ke desa-desa untuk melakukan razia dan sosialisasi langsung.

“Kalau aparat tidak segera bertindak, jangan salahkan kalau warga nanti mengambil langkah sendiri,” ujar tokoh masyarakat Desa Jembatan Dua dengan nada tegas.

Kini, masyarakat hanya bisa berharap agar keresahan mereka tidak terus diabaikan. Karena setiap malam yang bising oleh knalpot brong, adalah tanda bahwa ketertiban masih kalah oleh pembiaran.

Penulis : Zoni ap

Editor : Zn

Berita Terkait

Kapolres Kaur Sambangi Bawaslu dan KPU, Sinergitas Diperkuat Jelang Tahapan Pemilu
Sambut Hari Jadi Propam Polri ke-24, Propam Polres Kaur Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat
Tiga Bulan Belajar Diuji, 245 Siswa SMK Negeri 3 Kaur Jalani Mid Semester
Jembatan Merah Putih Presisi ke-10 Hadir di Air Pahlawan, Polres Kaur Perkuat Akses Warga
Sadis Di Kaur Ayah Setubuhi Anak Kandung Lebih 30 Kali
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung Terungkap, Panglime Kumbang Kinal Apresiasi Polres Kaur
Dugaan Perkosaan Anak Kandung Lebih Dari 30 Kali, Pria 49 Tahun Ditahan Polres Kaur
HKGB Ke-74 Di Kaur Menggema, Bhayangkari Perkuat Kekeluargaan Dan Angkat UMKM Lokal

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:11

Kapolres Kaur Sambangi Bawaslu dan KPU, Sinergitas Diperkuat Jelang Tahapan Pemilu

Rabu, 30 September 2026 - 16:54

Sambut Hari Jadi Propam Polri ke-24, Propam Polres Kaur Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 19:16

Tiga Bulan Belajar Diuji, 245 Siswa SMK Negeri 3 Kaur Jalani Mid Semester

Senin, 28 September 2026 - 16:52

Jembatan Merah Putih Presisi ke-10 Hadir di Air Pahlawan, Polres Kaur Perkuat Akses Warga

Sabtu, 26 September 2026 - 20:14

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung Terungkap, Panglime Kumbang Kinal Apresiasi Polres Kaur

Berita Terbaru

Nasional

Mulai 2027 Gaji PPPK Di Bayar Pemerintah Pusat

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:08