Warga Desa Jembatan Dua Resah dengan Aksi Anak Muda Mabuk di Malam Hari

- Penulis

Kamis, 4 Januari 2024 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOPIKAR || KAUR – Desa Jembatan Dua, salah satu desa di Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Indonesia, menjadi sorotan publik karena adanya kelompok anak muda yang sering nongkrong sambil minum-minuman keras di malam hari. Warga desa mengeluhkan bahwa kelompok tersebut mengganggu ketenangan dan keamanan desa, serta berpotensi menimbulkan hal-hal negatif.

Kronologi Kejadian
Menurut salah satu warga desa Jembatan Dua yang bernama Ibu Eda, kelompok anak muda tersebut biasa berkumpul di Dusun hujung, yaitu daerah penghubung antara Desa Jembatan Dua dan Gedung Sako II. Lokasi tersebut tepat berada di sebelah dan di belakang rumah Ibu Eda.

Baca Juga :  Jalan Rabat Beton Desa Kedataran, Wujud Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah untuk Kemajuan Pertanian

“Setiap malam mereka nongkrong di sana sampai larut malam, bahkan tadi malam 04 Januari 2024 sekira pukul 04:00 WIB dini hari mereka baru membubarkan diri. Banyak botol minuman yang beralkohol berserakan di sana,” ujar Ibu Eda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu Eda mengaku khawatir dengan keberadaan kelompok tersebut, karena selain membuat bising, mereka juga sering membawa perempuan-perempuan di malam hari. “Saya takut ada hal-hal yang tidak baik terjadi, apalagi mereka minum-minuman keras. Bisa-bisa ada yang pencurian atau hal negativ lainnya,” tutur Ibu Eda.

Baca Juga :  Tragedi di Padang Genteng: Api Lalap Rumah Wan Sam, Warga Kecewa dengan Lambannya Respon Pemadam

Navi, suami dari Ibu Eda, juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kelompok anak muda tersebut. Ia berharap pihak yang bertanggung jawab segera menindaklanjuti masalah ini, bukan hanya sekadar memberikan himbauan semata.

“Kami minta pihak desa dan kepolisian mengawasi lebih lanjut, karena kami di dusun hujung sudah sangat resah dengan hal ini. Mereka harus diberikan sanksi tegas, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Navi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Desa Muara Dua Gelar Acara Pangku Paliare Peringati Sepuluh Muharam
Krisis Pelayanan: Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Kabupaten Kaur Tak Ditempat Saat Dibutuhkan
Serah Terima Aset Pemda Kaur Menjadi Milik Desa Jembatan Dua
Desa Muara Dua Menerima Bantuan Bibit Padi Unggul untuk Meningkatkan Perekonomian
Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa di Kabupaten Kaur: Meningkatkan Pembangunan Desa
Festival Gurita Kaur 2024: Antisipasi Menuju Kesuksesan Acara Besar
Semaraknya Desa Tanjung Ganti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur: Mengenang Tradisi dan Kebudayaan
Jembatan Penghubung Desa Kedataran: Simbol Harapan dan Kemajuan
Berita ini 421 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 13:43 WIB

Desa Muara Dua Gelar Acara Pangku Paliare Peringati Sepuluh Muharam

Senin, 15 Juli 2024 - 10:45 WIB

Krisis Pelayanan: Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Kabupaten Kaur Tak Ditempat Saat Dibutuhkan

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:37 WIB

Serah Terima Aset Pemda Kaur Menjadi Milik Desa Jembatan Dua

Selasa, 9 Juli 2024 - 22:42 WIB

Desa Muara Dua Menerima Bantuan Bibit Padi Unggul untuk Meningkatkan Perekonomian

Kamis, 20 Juni 2024 - 23:09 WIB

Festival Gurita Kaur 2024: Antisipasi Menuju Kesuksesan Acara Besar

Kamis, 20 Juni 2024 - 22:40 WIB

Semaraknya Desa Tanjung Ganti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur: Mengenang Tradisi dan Kebudayaan

Rabu, 12 Juni 2024 - 18:32 WIB

Jembatan Penghubung Desa Kedataran: Simbol Harapan dan Kemajuan

Rabu, 12 Juni 2024 - 07:37 WIB

Era Baru Kejaksaan Kaur: Transisi Kepemimpinan dan Harapan Baru

Berita Terbaru

Bengkulu

Serah Terima Aset Pemda Kaur Menjadi Milik Desa Jembatan Dua

Rabu, 10 Jul 2024 - 20:37 WIB