Proyek Drainase Gedung Sako 2 Rampung, Tapi Transparansi Dipertanyakan

Selasa, 11 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUHAN || TOPIKAR– Pembangunan drainase di Gedung Sako 2, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu yang dilaksanakan melalui Satuan Kerja (Satker) PUPR Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada tahun anggaran 2024 telah dinyatakan selesai 100%. Proyek ini didanai melalui DPA PUPR Bidang SDA dan merupakan usulan dari pemerintah desa setempat untuk memasok kebutuhan air sawah masyarakat sekitar.

Namun, di balik rampungnya proyek ini, ada beberapa hal yang mengundang tanda tanya. Saat tim media melakukan investigasi ke lokasi, tidak ditemukan papan merek proyek yang seharusnya dipasang sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara. Bahkan, warga sekitar yang berada di lokasi mengaku tidak pernah melihat papan proyek tersebut sejak awal pembangunan. Apakah memang tidak dipasang, atau sengaja dibuat tidak terlihat?

Papan merek proyek memiliki fungsi penting sebagai bentuk keterbukaan publik. Keberadaannya bertujuan untuk memberi tahu masyarakat bahwa ada proyek yang sedang berjalan, mendukung transparansi, memungkinkan pengawasan publik, serta mencegah potensi penyalahgunaan dana. Dengan papan proyek, masyarakat bisa mengetahui besaran anggaran, sumber dana, dan pihak pelaksana proyek. Lalu, mengapa dalam proyek ini papan merek tidak ditemukan?

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, material batu yang digunakan dalam proyek ini diduga merupakan bahan lama. Jika benar demikian, apakah sudah sesuai dengan ketentuan Rencana Anggaran Biaya (RAB)? Penggunaan material lama dalam proyek yang dibiayai oleh anggaran publik harus memiliki dokumentasi yang jelas dan mendapatkan persetujuan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan. Beberapa regulasi bahkan melarang penggunaan bahan bekas dalam proyek pemerintah yang memiliki standar tertentu.

Faktor teknis juga menjadi perhatian dalam proyek ini. Ketebalan dinding dan kedalaman siring pasang atau drainase sangat menentukan ketahanan infrastruktur ini dalam jangka panjang. Apakah proyek ini sudah memenuhi standar yang seharusnya, atau justru dibangun dengan spesifikasi yang di bawah standar?

Pihak media berharap pembangunan drainase ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dikerjakan dengan perencanaan yang matang. Jangan sampai proyek yang sudah menghabiskan anggaran negara ini justru tidak bertahan lama karena tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya.

Penulis : Johan

Editor : Zn

Berita Terkait

Fasilitas Gedung RSUD Kaur Disorot, Keluarga Pasien Terpaksa Tidur di Teras
Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Lintas Barat Sumatera Dekat RSUD Kaur Disoroti Masyarakat
Sapi & Kambing Tiap Hari Berkeliaran Di Desa Jembatan Dua, Satpol PP Diminta Razia
Di Kota Bintuhan, Kaur Selatan Desa Jembatan Dua Tiap Hari Sapi & Kambing Berkeliaran
Pisah Sambut Kapolres Kaur, AKBP Alam Bawono Tinggalkan Kesan, AKBP Wiwin Syamsul Arifin Bawa Semangat Baru
Pemdes Pinang Jawa I Tingkatkan Jalan Usaha Tani, Warga Apresiasi
Sejak 8 Mei Dilaporkan, Dugaan Mark Up Proyek Sumur Bor di Dua Puskesmas Kaur Belum Ada Tindak Lanjut
Kapolres Kaur Resmi Berganti, AKBP Wiwin Syamsul Arifin Gantikan AKBP Alam Bawono

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:51

Fasilitas Gedung RSUD Kaur Disorot, Keluarga Pasien Terpaksa Tidur di Teras

Rabu, 16 September 2026 - 22:24

Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Lintas Barat Sumatera Dekat RSUD Kaur Disoroti Masyarakat

Minggu, 13 September 2026 - 13:15

Sapi & Kambing Tiap Hari Berkeliaran Di Desa Jembatan Dua, Satpol PP Diminta Razia

Minggu, 13 September 2026 - 12:52

Di Kota Bintuhan, Kaur Selatan Desa Jembatan Dua Tiap Hari Sapi & Kambing Berkeliaran

Kamis, 10 September 2026 - 14:39

Pisah Sambut Kapolres Kaur, AKBP Alam Bawono Tinggalkan Kesan, AKBP Wiwin Syamsul Arifin Bawa Semangat Baru

Berita Terbaru