Sejak 8 Mei Dilaporkan, Dugaan Mark Up Proyek Sumur Bor di Dua Puskesmas Kaur Belum Ada Tindak Lanjut

Rabu, 9 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

topikpintar.com – Laporan dugaan Mark Up pada Proyek Pembangunan Sumur Bor di Dua Puskesmas di Kabupaten Kaur telah disampaikan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) sejak 8 Mei 2026. Namun, hingga kini, sudah sekitar empat bulan setelah laporan dibuat, belum diketahui adanya tindak lanjut oleh Aparat Penegak Hukum terkait laporan tersebut. Rabu (9/9/2026)

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Sumur Bor pada dua Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kaur. Dugaan tersebut diharapkan dapat ditelusuri melalui Pemeriksaan oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah terdapat penyimpangan atau tidak.

Pihak pelapor berharap APH dapat segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap laporan yang sudah disampaikan sejak 8 Mei lalu dapat segera ditindaklanjuti. Sudah sekitar empat bulan, sehingga kami berharap ada kejelasan mengenai status laporan tersebut,” ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut sumber tersebut, pemeriksaan secara menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat permasalahan dalam proses perencanaan, penganggaran maupun pelaksanaan pekerjaan proyek sumur bor tersebut.

Publik juga dinilai berhak mendapatkan informasi mengenai perkembangan laporan, terutama apabila Proyek tersebut menggunakan Anggaran Pemerintah. Transparansi dalam penanganan laporan menjadi penting agar tidak menimbulkan Spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari APH terkait sejauh mana Proses Penanganan Laporan yang disampaikan pada 8 Mei 2026 tersebut.

Media ini masih berupaya melakukan Konfirmasi kepada pihak APH dan pihak terkait lainnya untuk memperoleh informasi yang berimbang mengenai laporan tersebut.

Redaksi menegaskan, istilah “dugaan Mark Up” dalam Pemberitaan ini merujuk pada laporan atau informasi yang disampaikan Pelapor. Ada atau tidaknya tindak Pidana maupun Kerugian Negara merupakan kewenangan Aparat Penegak Hukum untuk menentukan berdasarkan hasil Pemeriksaan dan Proses Hukum.

Berita Terkait

Menggemparkan, Menantu Di Kaur Bunuh Mertua Hingga Meninggal
Cekcok Soal Anak Berujung Maut, Mertua Tewas Ditusuk Menantu di Kaur
Kapolsek Kaur Selatan Sambangi SDN 1 Kaur, Siswa Diberi Pesan Penting
Instruksi Kapolri Ditindaklanjuti, Kapolres Kaur Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Polres
Dana BOS SMPN 6 Kaur Tembus Rp1,35 Miliar, Pengelolaan Era Nokki Masih Menyisakan Tanda Tanya
SMA 10 Pentagon Libur Sebulan, Pengelolaan Dana Ratusan Juta Jadi Sorotan
Kapolda Bengkulu Mutasi Pejabat Utama Polres Kaur
Kabag Ops Polres Kaur Mutasi Ke Polres Bengkulu Selatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:03

Menggemparkan, Menantu Di Kaur Bunuh Mertua Hingga Meninggal

Rabu, 4 November 2026 - 21:28

Cekcok Soal Anak Berujung Maut, Mertua Tewas Ditusuk Menantu di Kaur

Senin, 2 November 2026 - 09:59

Instruksi Kapolri Ditindaklanjuti, Kapolres Kaur Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Polres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:57

Dana BOS SMPN 6 Kaur Tembus Rp1,35 Miliar, Pengelolaan Era Nokki Masih Menyisakan Tanda Tanya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:45

SMA 10 Pentagon Libur Sebulan, Pengelolaan Dana Ratusan Juta Jadi Sorotan

Berita Terbaru